Kebebasan Roh Itu di Dalam Roh Kita
Roma pasal 8 menyajikan sebuah transisi rohani yang luar biasa, bergeser dari kondisi belenggu hukum Taurat dan daging dalam pasal 7 menuju kebebasan mutlak di dalam Roh dan roh kita, yang di dalamnya terdapat kunci kemenangan bagi setiap orang beriman. Perbedaan mendasar antara kedua pasal ini terletak pada pusat perhatiannya꞉ jika Roma 7 menyingkapkan kegagalan manusia lama di bawah tuntutan hukum Taurat, maka Roma 8 mewahyukan Hukum Roh Hayat sebagai satu kesatuan organik yang memerdekakan manusia dari hukum dosa dan maut. Di dalam Roh ini, tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang berada di dalam Kristus Yesus, baik itu penghukuman lahiriah yang bersifat obyektif di hadapan keadilan Allah—yang telah dibereskan oleh darah Kristus—maupun penghukuman batiniah yang bersifat subyektif yang muncul dari usaha diri sendiri untuk berbuat baik.
Baca Selengkapnya